PEKANBARU – Meski menunjukkan perbaikan kinerja yang signifikan, manajemen RSD Madani masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Hal ini menjadi sorotan utama Komisi III DPRD Kota Pekanbaru saat menggelar evaluasi kinerja tahunan bersama Direktur RSD Madani, Ir Darma, di Gedung DPRD Pekanbaru, Kamis (22/1/2026).
Wakil Ketua Komisi III, Tekad Indra Pradana Abidin, mengapresiasi perbaikan manajemen di bawah kepemimpinan direktur baru, namun ia memberikan catatan kritis terkait kedisiplinan dan ketersediaan tenaga medis. Tekad menekankan pentingnya dokter untuk selalu siaga (standby) di poliklinik sesuai jadwal, terlepas ada atau tidaknya pasien saat itu.
“Setiap poli harus tetap buka dan dokternya harus ada. Ini adalah PR yang harus segera dibenahi agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegas Tekad. Ia menyadari kendala regulasi jam kerja bagi dokter berstatus ASN PPPK, namun meminta manajemen mencari solusi taktis agar layanan tetap prima.
Selain masalah kedisiplinan, DPRD juga menyoroti komposisi 41 dokter spesialis yang dimiliki RSD Madani saat ini. Menurut dewan, distribusi spesialis tersebut belum ideal karena menumpuk di disiplin ilmu tertentu, sementara bidang lain masih kekosongan tenaga ahli.
Di sisi lain, Direktur RSD Madani mengakui adanya kendala warisan masa lalu, seperti beban utang yang sempat menghambat pengadaan obat. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk terus membenahi layanan di tengah keterbatasan anggaran yang ada. (*)










