Aliansi 4 Kampung Lingkar Tambang Gelar Aksi Damai, Tuntut Hak Warga Ring 1 Direalisasikan

Berita5 Dilihat

Berau, Kaltim (Aktivis.co.id ) — Aliansi 4 Kampung Bersatu yang terdiri dari masyarakat Kampung Merancang Ulu, Merancang Ilir, Batu-Batu dan Melati Jaya menggelar aksi damai di wilayah jalan hauling perusahaan tambang PT Nusantara Energi (NE) dan PT Santana Adi Nugraha (SAN), Rabu (30/9/2026).

Aksi tersebut dilakukan untuk menyuarakan sejumlah tuntutan masyarakat Ring 1 atau kampung yang berada di sekitar wilayah operasional pertambangan. Warga menilai sejumlah hak dan program yang berkaitan dengan keberadaan aktivitas perusahaan hingga kini belum seluruhnya terealisasi.

Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari belum terealisasinya program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, penyelesaian ganti rugi lahan dan tanam tumbuh warga, hingga persoalan kesempatan kerja bagi masyarakat Ring 1.

Warga juga meminta perusahaan memberikan perhatian terhadap tingginya angka pengangguran di empat kampung tersebut, termasuk membuka ruang peningkatan kompetensi melalui pelatihan yang dapat menjadi bekal masyarakat untuk bekerja di sektor pertambangan.

Selain tenaga kerja, masyarakat menyoroti keterlibatan pelaku usaha lokal dalam pengadaan barang dan jasa. Warga berharap perusahaan maupun subkontraktornya lebih memprioritaskan masyarakat dan pelaku usaha dari empat kampung yang berada di sekitar wilayah operasional.

Persoalan tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) juga menjadi perhatian. Masyarakat meminta warga Ring 1 yang sebelumnya bekerja dan terdampak PHK tetap diberikan kesempatan untuk kembali bekerja sesuai kebutuhan perusahaan.

Di sisi lain, aktivitas kendaraan tambang yang melintas di sekitar permukiman warga juga menjadi sorotan. Debu yang ditimbulkan kendaraan dinilai mengganggu masyarakat, sehingga warga meminta penyiraman jalan dilakukan secara berkala dan merata di empat kampung.

Alimudin,salah satu Koordinator Lapangan (Korlap) aksi mengatakan, masyarakat tidak bermaksud menghambat aktivitas perusahaan, tetapi ingin memastikan keberadaan kegiatan pertambangan juga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional.

“Kami datang untuk menyampaikan hak-hak masyarakat Ring 1 yang sampai hari ini belum terealisasi. Kami berharap pihak perusahaan benar-benar memperhatikan tuntutan masyarakat dari empat kampung ini dan ada tindak lanjut yang jelas,” ujar Korlap dalam aksi tersebut.

Menurutnya, masyarakat telah berulang kali menyampaikan persoalan yang dihadapi warga. Karena itu, aksi dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara terbuka agar terdapat kejelasan mengenai tindak lanjut dari tuntutan masyarakat.

Ia menegaskan, masyarakat akan terus mengawal persoalan tersebut hingga terdapat realisasi dari tuntutan yang disampaikan kepada pihak perusahaan.

“Kami akan terus melakukan aksi dan mengawal tuntutan ini sampai ada realisasi. Kami ingin ada penyelesaian yang jelas, bukan hanya sebatas pembahasan,” tegasnya.

Selain persoalan tenaga kerja dan pemberdayaan ekonomi, masyarakat juga meminta adanya perhatian terhadap dampak aktivitas pertambangan, khususnya debu akibat lalu lintas kendaraan tambang yang melewati wilayah permukiman.

Aliansi 4 Kampung Bersatu berharap pihak perusahaan dapat membuka ruang komunikasi dan penyelesaian bersama dengan masyarakat Ring 1, sehingga berbagai persoalan yang muncul di sekitar wilayah operasional dapat ditindaklanjuti secara konkret.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PT Nusantara Energi maupun PT Santana Adi Nugraha terkait tuntutan yang disampaikan masyarakat dalam aksi tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak perusahaan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *