Diduga Oknum DPR-RI Di Rohul Jadikan Proyek Aspirasi Sebagai Ajang Pungli, Aliansi Mahasiswa Anti Suap Riau (AMAS) Angkat Bicara

Riau, aktivis.co.id – Anggota dewan perwakilan rakyat Indonesia (DPR-RI) Dapil Riau 1 asal Rokan Hulu, diduga melakukan pungli terhadap Proyek Aspirasi, Pasalnya dugaan pungli tersebut sukses fee proyek aspirasi dilakukan oleh Oknum Staff ahli DPR-RI yang berinisial SM, hal ini tentu menyalahi aturan dan harus di tindak tegas secara hukum.

Informasi demi informasi, awak media mencoba menelusuri lebih dalam dengan mewawancarai beberapa pengurus kelompok penerima mamfaat proyek aspirasi yang tersebar di beberapa desa kecamatan di kabupaten Rokan hulu beberapa waktu lalu.

Alhasil, fakta semakin terkuak usai salah seorang pengurus kelompok penerima mamfaat proyek aspirasi DPR-RI menjelaskan bahwa penyaluran dana dari kegiatan pengembangan infrastruktur sosial ekonomi (PISEW) ternyata dicairkan secara bertahap melalui rekening kelompok lalu di serahkan kepada oknum yang berinisial SM.

“Sebagai ketua kelompok dan bersama Bendahara saya, menyerahkan dana tersebut sebanyak 2 kali di tempat yang berbeda, pertama di cafe, kemudian saat pencairan kedua diserahkan di Sapadia hotel pasir Pangaraian” kata ketua kelompok yang tidka mau disebutkan namanya.

Ditempat yang berbeda juga, salah seorang ketua kelompok penerima mamfaat kegiatan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) memberikan Fakta penguat yaitu guna memperoleh kegiatan tersebut kelompoknya difasilitasi pemerintah desa sebesar Rp. 7,5 juta hanya untuk memperoleh kegiatan tersebut, setelah kegiatan selesai mereka menyetorkan lagi sebesar Rp. 20 Juta, dari uang 20 juta tersebut 12 Juta diserahkan ke SM dan 8 Juta Ke pendamping kegiatan.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa di desa nya terdapat dua lokasi proyek P3-TGAI dan mengalami hal yang serupa, sementara itu Untuk daerah se-Kabupaten Rokan Hulu terdapat 24 titik kegiatan yang sama dan ujung-ujungnya setorkan ke SM.

Bukan cuman kegiatan P3-TGAI dan PISEW saja, namun ada juga kegiatan BSPS dan sanitasi yang rata-rata mendapat beban setoran yang berbeda-beda alias bervariasi.

Oknum SM saat ditemui salah satu awak media Gentaonline.com di cafe pasir pangaraian membantah adanya pungli pada proyek aspirasi seperti yang di kemukakan oleh ketua kelompok, namun saat di wawancarai SM mengunakan Nada tinggi dan sempat mengeluarkan kata-kata kotor dan membentak wartawan Untuk menunjukkan narasumber yang menyebutkan soal aliran dana kepadanya.

“Siapa namanya orang yang menyebutkan nama saya telah menerima aliran dari kegiatan proyek aspirasi, saya mau tau, asal tau aja bahwa masyarakat itu hanya modal Kxntxl mendapatkan aspirasi itu, untuk membuat laporan kegiatan saja mereka tidak tau” ujar dengan nada tinggi, Minggu 07/09/2023.

Karena merasa didesak awak media Gentaonline tetap bersikeras untuk menyebutkan nama narasumber mengingat kode etik wartawan dan juga data narasumber juga wajib dilindungi berdasarkan UU Pers, dan sempat terjadi adu mulut antara oknum SM dengan wartawan.

“Kami sebagai Agent of Control nya masyarakat, sangat menyayangkan hal tersebut dilakukan oleh oknum SM atas kronologis di atas, sampai-Sampai wartawan pun ikut di bentak, sudah seharusnya Oknum SM ini di tindak tegas, jika tidak ada tindakan, Maka Kami dari Aliansi Mahasiswa Anti Suap Riau (AMAS-RIAU) akan melaksanakan aksi di Rohul” CL selaku Korlap AKSI.

Melihat kejadian tersebut, Aliansi Mahasiswa Anti Suap Meminta Badan Kehormatan Partai dan Anggota DPR-Ri yang memiliki aspirasi di Rohul Untuk memberhentikan SM dari jabatan nya sebagai Staff ahli karena dianggap telah mencoreng nama baik partai dan bersikap arogan.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *