Berau(L.A)– Kegiatan pelestarian terumbu karang menjadi salah satu agenda yang mewarnai rangkaian Bakti Infrastruktour 2026 di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Puluhan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mendapatkan edukasi sekaligus pengalaman langsung mengenai upaya konservasi ekosistem laut.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan pantai Pratasaba Resort ini diawali dengan pemberian materi tentang pentingnya terumbu karang bagi kehidupan laut dan keberlanjutan sektor pariwisata bahari. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai ancaman yang dapat menyebabkan kerusakan ekosistem terumbu karang, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.
Setelah menerima pembekalan, peserta diajak merakit media transplantasi terumbu karang yang nantinya digunakan sebagai tempat menempel dan tumbuhnya bibit karang baru. Proses tersebut menjadi sarana pembelajaran praktis agar peserta memahami secara langsung metode konservasi yang diterapkan untuk membantu pemulihan kawasan terumbu karang.
Instruktur kegiatan menjelaskan bahwa transplantasi terumbu karang merupakan salah satu langkah konservasi yang bertujuan mempercepat regenerasi ekosistem bawah laut pada area yang mengalami kerusakan. Selain menjaga keseimbangan lingkungan, keberadaan terumbu karang juga berperan penting sebagai habitat berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.
Pihak manajemen Pratasaba Resort menyampaikan bahwa kegiatan pelestarian terumbu karang telah menjadi program yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan laut di Pulau Maratua dan bagian dari CSR Pratasaba resort.
Bahkan, sejumlah wisatawan yang berkunjung kerap meminta untuk dilibatkan dalam kegiatan konservasi sebagai bagian dari pengalaman wisata berbasis lingkungan.
Pulau Maratua dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan Indonesia yang memiliki keindahan bawah laut dan keanekaragaman hayati bernilai tinggi. Karena itu, upaya menjaga kelestarian terumbu karang dinilai menjadi tanggung jawab bersama guna memastikan keberlangsungan ekosistem laut dan sektor pariwisata di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, peserta Bakti Infrastruktur Tour 2026 tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai konservasi laut, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya alam pesisir dan laut sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung pada 10 hingga 12 Juni 2026 tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena mampu menggabungkan unsur edukasi, partisipasi masyarakat, serta aksi nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan di Pulau Maratua.***






