Strategi Kuansing Sulap Lahan Pekarangan Jadi Sumber Cuan Lewat Program Satu Desa Satu Komoditas

Kuansing, Pemerintah27 Dilihat

KUANSING (Aktivis.co.id) – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tengah menggencarkan strategi baru untuk memperkuat perekonomian desa melalui sektor agraris. Lewat inisiatif One Village One Commodity (Satu Desa Satu Komoditas), pemerintah menargetkan setiap desa mampu menggali potensi uniknya masing-masing demi mendongkrak taraf hidup masyarakat setempat.

Dalam implementasinya, program ini menekankan pada pendekatan yang presisi. Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuansing, Deflides Gusni, menegaskan bahwa penentuan jenis komoditas di tiap desa tidak dilakukan sembarangan, melainkan berbasis pada kecocokan agroklimat. Menariknya, fokus utama pengembangan ini diarahkan pada optimalisasi lahan pekarangan rumah agar lebih produktif.

“Kami ingin setiap desa punya produk andalan. Ini akan memperkuat fondasi pertanian daerah sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat secara nyata,” ungkap Suhardiman.

Fokus pada Lahan Pekarangan

Dalam pelaksanaannya, program ini tidak harus melulu mengandalkan lahan perkebunan luas. Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuansing, Deflides Gusni, menjelaskan bahwa strategi utamanya adalah optimalisasi lahan pekarangan rumah.

Menurut Deflides, pemilihan jenis tanaman akan disesuaikan secara ketat dengan kondisi agroklimat dan kecocokan tanah di masing-masing desa. Tujuannya agar masyarakat mudah merawatnya namun tetap mendapatkan keuntungan ekonomi yang maksimal.

“Kita fokuskan pada tanaman pekarangan agar perawatannya terjangkau oleh masyarakat, namun nilai tambahnya tetap tinggi,” jelas Deflides.

Saat ini, Pemkab Kuansing tengah mempopulerkan beberapa komoditas hortikultura yang dinilai sangat cocok dengan karakteristik tanah di wilayah tersebut. Dua di antaranya yang menjadi primadona adalah Alpukat varietas Kelud dan Durian lokal unggulan jenis Namlung. Kedua varietas ini dipilih karena memiliki prospek pasar yang menjanjikan.

Pemerintah berharap program ini dapat berjalan secara berkesinambungan dengan adanya sinergi antara pemerintah dan keaktifan masyarakat desa dalam mengelola potensi lingkungannya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *