Anavina Sri Wahyuni Menyikapi Tindakan Pemda Bursel Yang Tidak Menghargai Marga Besar Hokomina Petuanan Fogi

Buru, Aktivis.co.id – Beberapa hari yang lalu sedang viral dengan kedatangan para wisatawan turis dari mancanegara yang mendiami Pulau Tomahu dengan tujuan mempromosikan Pulau Tomahu sebagai destinasi wisata nasional sampai ke tingkat internasional. (15/07/2023).

Tindakan yang diambil oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan ini merupakan hal yang baik bagi pembangunan wisata serta mempromosikan kearifan lokal masyarakat Buru Selatan. Namun Anavina Sri Wahyuni menyesali tindakan yg dilakukan karena tidak menghargai pranata adat wilayah setempat.

“Pulau Tomahu mempunyai historis yang mengikat dengan marga besar Hokomina, ada bukti-bukti sakral serta faktual yang harus diketahui Pemerintah Daerah Buru Selatan sehingga Pemda Bursel pun bisa berkoordinasi dengan baik terlebih dahulu dengan pemilik hak ulayat adat.” Jelas Anavina.

Dengan adanya kegiatan tersebut marga besar Hokomina akan menyurati pemerintah daerah Buru Selatan kemudian akan mengambil langkah secara hukum dan akan menyeggel serta melakukan pencegahan berupa larangan aktivitas di Pulau Tomahu tanpa koordinasi dengan keluarga besar marga Hokomina, Tomahu, Bisugi, Nustelu.

Larangan aktivitas pemilik hak ulayat Pulau Tomahu

Kemudian Anavina Sri Wahyuni juga menyesali tindakan yang diambil oleh Raja Petuanan Fogi tersebut. ” Tindakan ini seakan-akan tidak menghargai kami marga Hokomina. Satu hal yang sangat tidak etis yang dilakukan Raja Fogi saudara Jamal Soel seakan-akan melecehkan simbol kami orang adat Pulau Buru. Lestari atau ikat kepala, atau dalam bahasa Buru disebut Ifutin, yang menjadi budaya orang adat Pulau Buru harus dipakai di kepala dengan ikatan yang melambangkan suku dan budaya masing-masing marga adat Pulau Buru namun yang dilakukan Raja Fogi dengan meletakkan lestari di leher ibarat dasi.” Tambahnya.

“Untuk itu kami juga akan menyampaikan kepada Pemda Buru Selatan agar segera adakan pertemuan dengan keluarga besar Hokomina serta hadirkan Saudara Jamal Soel selaku Raja Fogi jikalau tidak ada mediasi yang baik maka jangan salahkan tindakan yang diambil oleh kami marga besar Hokomina, Tomahu, Bisugi, Nustelu.” Tutup Anavina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *