Perayaan HUT ke-8 Pratasaba Resort: Harmoni Budaya Bajau dan Edukasi Konservasi Terumbu Karang

Perayaan HUT ke-8 Pratasaba Resort: Harmoni Budaya Bajau dan Edukasi Konservasi Terumbu Karang

Budaya, Nasional5 Dilihat

(Aktivis.co.id) Berau, Kaltim –
Perayaan Hari Ulang Tahun ke-8 Pratasaba Resort pada Sabtu (30/29/25) tidak hanya menjadi momentum selebrasi, tetapi juga penegasan kembali komitmen mereka dalam menjaga kelestarian alam dan budaya Pulau Maratua.

 

Resort yang menjadi salah satu ikon wisata bahari di Berau ini menempatkan nilai konservasi dan pelestarian budaya sebagai ruh utama pengembangan pariwisata.

 

Sejak berdiri, Pratasaba Resort konsisten menjalankan program transplantasi terumbu karang yang dilakukan sedikitnya tiga kali dalam setahun. Melalui program ini, setiap tamu tidak hanya disuguhi pemandangan laut Maratua yang memesona, tetapi juga diajak memahami bagaimana ekosistem pesisir perlu dijaga agar tetap hidup dan berkelanjutan.

 

Pihak manajemen menegaskan bahwa konservasi bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari identitas resort. Kolaborasi antara wisatawan dan tim konservasi menjadi pengalaman unik yang tidak ditawarkan di banyak destinasi lain. Terumbu karang yang sehat diyakini sebagai modal utama kelestarian kawasan, sekaligus daya tarik yang harus dirawat bersama.

 

Di sisi budaya, Pratasaba Resort memadukan unsur kearifan lokal Bajau dalam setiap rangkaian perayaan. Masyarakat Bajau yang dikenal sebagai “pengembara laut” memiliki sejarah panjang di perairan Maratua. Untuk menghormati akar budaya tersebut, tamu diberikan kesempatan mengenakan busana tradisional Bajau sebagai bentuk edukasi sekaligus promosi identitas lokal.

 

Sentuhan budaya ini menjadi pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi wisatawan mancanegara yang ingin memahami kehidupan masyarakat pesisir Kalimantan Timur secara lebih dekat.

 

Manajemen resort menuturkan bahwa konsep wisata yang mereka bangun adalah wisata yang bertanggung jawab. Bukan hanya bersifat rekreatif, tetapi juga memberikan pemahaman bahwa alam dan budaya tidak boleh hilang akibat tekanan pariwisata. Prinsip “enjoy, learn, and preserve” menjadi fondasi utama dalam setiap program mereka.

 

Melalui pendekatan tersebut, Pratasaba berharap Maratua tidak hanya dikenal sebagai surga tropis, tetapi juga sebagai contoh nyata bagaimana industri pariwisata dapat berjalan seiring dengan konservasi alam dan pelestarian budaya.

 

Pada kesempatan itu, Pratasaba Resort juga menyampaikan apresiasi kepada para tamu yang telah ikut serta dalam kegiatan konservasi dan budaya. Manajemen menilai dukungan wisatawan memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut serta mempertahankan budaya Bajau sebagai warisan yang tidak ternilai.

 

Pulau Maratua bukan hanya tempat untuk berlibur, tetapi sebuah ruang hidup yang harus terus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.***

 

Editor: Teguh S.H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *