Pekanbaru, aktivis.co.id – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa pembacokan yang dilakukan oleh mahasiswa berinisial R terhadap mahasiswi berinisial F, yang dipicu oleh persoalan hubungan asmara.
Ketua PK IMM UIN Suska Riau, Renaldi Pratama, menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan tragedi kemanusiaan yang harus disikapi secara arif dan komprehensif oleh seluruh sivitas akademika. Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak sejalan dengan nilai akademik, kemanusiaan, maupun ajaran agama Islam.
“Kami turut berduka dan mendoakan agar korban diberikan kesembuhan serta kekuatan. Peristiwa ini hendaknya menjadi refleksi bersama untuk memperkuat sistem pembinaan mahasiswa, bukan hanya pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengendalian emosi,” ujar Renaldi.
Dalam ajaran Islam, kekerasan sangat dilarang.
Rasulullah SAW bersabda:
“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalil tersebut menegaskan bahwa akhlak mulia, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap sesama merupakan fondasi utama dalam kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus Islam.
PK IMM UIN Suska Riau memandang bahwa peristiwa ini bukan sekadar persoalan individu maupun keamanan kampus, melainkan menjadi momentum evaluasi untuk meningkatkan peran pembinaan mahasiswa secara kolaboratif, khususnya melalui organisasi intra dan ekstra universitas.
PK IMM Suska mendorong pihak kampus untuk Mengoptimalkan peran organisasi intra universitas seperti lembaga kemahasiswaan sebagai ruang pembinaan kepemimpinan, dialog, dan penyelesaian konflik secara dewasa dan juga memberikan ruang yang sehat dan konstruktif bagi organisasi ekstra universitas sebagai mitra strategis kampus dalam pembinaan ideologi, moral, dan karakter mahasiswa.
“Organisasi intra dan ekstra universitas adalah bagian penting dari ekosistem pendidikan karakter. Dengan ruang kreativitas, pembinaan, dan komunikasi yang baik, organisasi mahasiswa dapat menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai akhlak, toleransi, dan kedewasaan,” tambah Renaldi.
PK IMM UIN Suska Riau berharap seluruh pihak dapat menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran bersama untuk memperkuat peran kampus sebagai ruang aman, religius, dan bermartabat, serta meneguhkan kembali tujuan pendidikan tinggi dalam membentuk insan akademik yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab






