(Aktivis.co.id)Kab.Berau,Kaltim-Poster seruan Gerakan Masyarakat Sipil Berau terkait persoalan ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) beredar di tengah masyarakat. Gerakan tersebut dijadwalkan menyampaikan aspirasi pada Senin, 7 September 2026.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, massa aksi akan berkumpul di GOR Lapangan Pemuda mulai pukul 09.00 WITA. Dari titik kumpul tersebut, massa aksi berkisar 1000 orang kemudian akan bergerak menuju Kantor Bupati Berau sebagai titik aksi pertama, sebelum selanjutnya melanjutkan penyampaian aspirasi ke Kantor DPRD Kabupaten Berau.
Aksi tersebut membawa sejumlah isu terkait tata kelola BBM di Kabupaten Berau. Fokusnya tidak hanya melihat kondisi di lapangan, tetapi juga mempertanyakan bagaimana regulasi, kuota, pasokan, distribusi dan pengawasan BBM berjalan dari tingkat pusat hingga ke daerah.
Salah satu isu yang akan disampaikan adalah meminta keterbukaan informasi mengenai kuota BBM Kabupaten Berau tahun 2026 beserta dasar perhitungannya. Massa aksi juga akan meminta penjelasan mengenai jumlah pasokan BBM yang masuk ke Berau serta distribusinya kepada masing-masing SPBU.
Selain itu, gerakan Aksi Masyarakat Sipil tersebut mendorong dilakukannya audit terhadap rantai pasok dan distribusi BBM mulai dari fuel terminal hingga SPBU. Audit tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai alur pasokan dan distribusi BBM berdasarkan data.
Massa juga mendorong agar penyaluran BBM kepada masyarakat dilakukan secara tepat sasaran, tepat volume dan berkeadilan, serta memperkuat pengawasan terhadap pembelian berulang, pengetapan, penimbunan maupun bentuk penyalahgunaan BBM lainnya apabila terbukti melanggar ketentuan.
Isu lainnya adalah meminta pemeriksaan terhadap sumber BBM yang diperjualbelikan secara eceran dengan harga tidak wajar, khususnya ketika terjadi kelangkaan. Pemeriksaan diharapkan dilakukan berdasarkan data dan ketentuan yang berlaku, sehingga persoalan tidak serta-merta diarahkan untuk menyalahkan pengecer.
Gerakan tersebut juga mendorong evaluasi terhadap jumlah, kapasitas dan sebaran SPBU di Kabupaten Berau, termasuk kemungkinan penambahan SPBU di wilayah atau titik yang jauh dari fasilitas penyalur.
Selain itu, masyarakat meminta adanya mekanisme jaminan pasokan cadangan BBM agar apabila terjadi gangguan pasokan maupun peningkatan kebutuhan, persoalan kelangkaan tidak kembali terulang.
Dalam hal pengawasan, gerakan tersebut mendorong adanya mekanisme yang melibatkan pemerintah, Pertamina, aparat penegak hukum, lembaga terkait dan masyarakat sipil, sehingga pengawasan distribusi BBM dapat dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan.
Sementara itu, beberapa Koordinator Lapangan (Korlap) yang dihubungi media ini menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi izin untuk melaksanakan aksi pada Senin, 7 September 2026.
Para Korlap juga berharap seluruh rangkaian aksi dapat berlangsung secara tertib dan damai serta tetap mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.
“Kami sudah mengantongi izin untuk melaksanakan aksi. Massa akan berkumpul di GOR Lapangan Pemuda mulai pukul 09.00 WITA, kemudian bergerak menuju Kantor Bupati dan selanjutnya ke Kantor DPRD Kabupaten Berau. Kami berharap seluruh rangkaian aksi berjalan tertib dan damai,” ujar salah satu Korlap kepada media ini.
Para Korlap menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial masyarakat dan tidak membawa unsur politik. Fokus gerakan diarahkan pada upaya mendorong keterbukaan informasi, evaluasi serta perbaikan tata kelola distribusi BBM di Kabupaten Berau.
Dengan demikian, aksi tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk meminta penjelasan mengenai kuota, pasokan, distribusi dan pengawasan BBM, sekaligus mendorong pemerintah dan pihak terkait memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi sesuai ketentuan.
Aksi Senin, 7 September 2026, diharapkan menjadi momentum bersama untuk mengawal ketersediaan BBM, memperkuat transparansi dan mendorong perbaikan tata kelola distribusi BBM di Kabupaten Berau secara tepat sasaran, tepat volume dan berkeadilan.***






