“Angayan Sinyal Internet di Maratua Issa’ Ni Perhatian Pemerintah? Iti Daerah Wisata!” Kesa Warga Pulau Maratua

Berita2 Dilihat

Maratua,Berau(L.A) – Gangguan sinyal internet yang kerap terjadi di Pulau Maratua,kembali menjadi sorotan masyarakat pesisir maratua.beberapa bulan terakhir ini.Selasa(11/08/26)

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena Maratua merupakan salah satu destinasi wisata yang setiap hari mendapat kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara.

Ungkapan “Angayan Sinyal Internet Sa ni Perhatian Pemerintah? Iti Daerah Wisata!” Ujar warga lokal dengan menggunakan bahasa daerah

Warga mengeluhkan kualitas konektivitas internet yang kadang hidup dan mati berjam-jam

Selain warga lokal,keluhan juga datang dari wisatawan yang saat itu sedang bersantai menikmati makanan di central UMKM kampung Teluk harapan.

“What happened? No signal?” ujar wisatawan tersebut.

Warga menjawab “Signal Blank Spot”

Bagi masyarakat, persoalan ini bukan lagi sekadar masalah sulit mengakses media sosial. Di era digital, internet telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari sekaligus infrastruktur penting bagi sektor pariwisata.

Gangguan jaringan dapat menghambat komunikasi antara wisatawan dengan keluarga, pengelola resort, operator wisata maupun transportasi. Transaksi digital di restoran, penginapan, UMKM dan berbagai layanan wisata juga berpotensi terganggu ketika koneksi tidak tersedia.

Lebih jauh, persoalan tersebut dapat menjadi kendala ketika terjadi situasi darurat. Wisatawan maupun masyarakat membutuhkan komunikasi cepat untuk menghubungi tenaga kesehatan, aparat, pengelola wisata atau pihak lain yang dapat memberikan bantuan.

Seorang warga Maratua menilai persoalan jaringan harus dilihat sebagai bagian dari kebutuhan pembangunan kawasan wisata.

“Maratua ini daerah wisata. Wisatawan datang dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Kalau sinyal sering hilang, tentu yang terganggu bukan hanya masyarakat, tetapi juga pelayanan kepada wisatawan dan usaha pariwisata,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mendorong adanya langkah konkret bersama instansi terkait dan operator telekomunikasi agar kualitas jaringan di Maratua semakin baik dan stabil.

Sebab, setiap wisatawan yang datang tidak hanya menikmati keindahan alam Maratua, tetapi juga membawa pengalaman tersebut ketika kembali ke daerah asal atau negaranya.

Jika pengalaman mereka positif, cerita tersebut dapat menjadi promosi bagi Maratua. Sebaliknya, apabila gangguan konektivitas menjadi persoalan yang berulang, hal itu juga berpotensi menjadi bagian dari cerita yang mereka bawa pulang.

Karena itu, masyarakat berharap promosi pariwisata dapat berjalan seiring dengan pembenahan infrastruktur pendukung, termasuk telekomunikasi.

Maratua telah memiliki potensi wisata kelas internasional. Puluhan resort, aktivitas diving, UMKM, transportasi wisata dan berbagai usaha masyarakat terus berkembang mengikuti kunjungan wisatawan.

Kini, kebutuhan tersebut harus didukung konektivitas yang stabil, merata dan berkelanjutan.

“Kalau Maratua ingin terus dikembangkan sebagai destinasi wisata internasional, jangan sampai persoalan sinyal internet justru menjadi salah satu keluhan yang terus dibawa pulang oleh wisatawan,” kata warga tersebut.

Pemerintah Kabupaten Berau bersama instansi terkait dan operator telekomunikasi diharapkan dapat melakukan evaluasi serta mencari solusi jangka panjang terhadap gangguan jaringan yang terjadi di kawasan wisata Maratua.

Sebab, membangun destinasi wisata bukan hanya soal mempromosikan keindahan alam, tetapi juga memastikan wisatawan mendapatkan pelayanan dan infrastruktur pendukung yang memadai selama berada di destinasi.

Maratua sudah memiliki keindahan yang mendunia. Kini, konektivitasnya juga perlu mendapat perhatian yang sepadan.

Selain itu, Maratua juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah, yakni sekitar Rp6 miliar setiap tahun dari pajak dan retribusi sektor pariwisata. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian terhadap layanan internet ini, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi yang paling penting adalah untuk mendukung pelayanan wisatawan.

Pemerintah Kabupaten Berau bersama instansi terkait dan operator telekomunikasi diharapkan dapat melakukan evaluasi serta mencari solusi jangka panjang terhadap gangguan jaringan yang terjadi di kawasan wisata Maratua.

Sebab, membangun destinasi wisata bukan hanya soal mempromosikan keindahan alam, tetapi juga memastikan wisatawan mendapatkan pelayanan dan infrastruktur pendukung yang memadai selama berada di destinasi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *