Penyelam Profesional Maratua Desak Pemda Berau Operasikan Hyperbaric Chamber di Puskesmas Tanjung Batu

Penyelam Profesional Maratua Desak Pemda Berau Operasikan Hyperbaric Chamber di Puskesmas Tanjung Batu

Nasional18 Dilihat

Berau, Aktivis.co.id — Kalangan penyelam profesional di kawasan Pulau Maratua mendesak Pemerintah Kabupaten Berau segera mengambil langkah konkret untuk mengoperasikan fasilitas hyperbaric chamber yang hingga kini belum difungsikan di Tanjung Batu.Senin(30/03/26)

 

Fasilitas medis tersebut dinilai memiliki peran vital dalam menunjang keselamatan penyelam, terutama karena kawasan perairan Maratua, Derawan, Kakaban, dan sekitarnya dikenal luas sebagai destinasi penyelaman kelas dunia dengan karakter arus laut kuat serta kedalaman yang menuntut kesiapan standar keselamatan tinggi.

 

Menurut kalangan penyelam, hyperbaric chamber bukan sekadar pelengkap sarana kesehatan, melainkan kebutuhan mendesak yang semestinya sudah menjadi prioritas di daerah wisata bahari internasional.

 

Hingga saat ini, apabila terjadi insiden dekompresi atau gangguan kesehatan akibat aktivitas penyelaman, penanganan darurat masih harus merujuk pasien ke luar daerah yang memiliki fasilitas serupa.

 

Kondisi tersebut dinilai berisiko karena membutuhkan waktu penanganan lebih lama, biaya transportasi yang besar, serta dapat memperbesar ancaman keselamatan korban apabila tidak segera ditangani secara medis sesuai prosedur penyelaman.

 

Beberapa kota besar di Indonesia seperti Balikpapan, Jakarta, dan Denpasar telah memiliki fasilitas terapi hyperbaric yang aktif digunakan untuk kebutuhan medis penyelaman maupun terapi kesehatan tertentu.

 

Sementara di Tanjung Batu, alat yang sebelumnya telah diadakan pemerintah justru hingga kini belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat maupun pelaku wisata bahari.

 

Berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan, alat tersebut disebut mengalami gangguan teknis sehingga belum dapat dioperasikan.

 

Padahal sebelumnya pernah dilakukan pelatihan operator bagi tenaga yang dipersiapkan untuk mengelola hyperbaric chamber tersebut. Dua orang diketahui pernah mengikuti pelatihan teknis di Jakarta dengan pembiayaan melalui anggaran daerah pada tahun 2016.

 

Para penyelam menilai, investasi besar yang telah dikeluarkan pemerintah seharusnya diikuti dengan komitmen perawatan, evaluasi teknis, serta kejelasan pengoperasian agar fasilitas yang telah tersedia tidak terus menjadi aset yang mangkrak.

 

Mereka berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi alat, termasuk menyiapkan kembali tenaga operator, sistem pendukung medis, dan tata kelola pelayanan sehingga hyperbaric chamber benar benar dapat difungsikan sesuai kebutuhan.

 

Menurut mereka, keberadaan fasilitas ini bukan hanya menyangkut perlindungan bagi penyelam lokal dan wisatawan mancanegara, tetapi juga menyangkut citra Kabupaten Berau sebagai daerah tujuan wisata bahari unggulan yang seharusnya didukung kesiapan infrastruktur keselamatan memadai.

 

Kalangan penyelam menegaskan bahwa penguatan sektor pariwisata tidak cukup hanya melalui promosi keindahan alam, tetapi juga harus diimbangi kesiapan layanan keselamatan, kesehatan, dan respons darurat yang sesuai dengan standar destinasi internasional.***

Sumber : Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *