Kab.Berau.Kaltim(Aktivis.co.id)— Warga Pulau Maratua kembali menegaskan bahwa satu-satunya harapan masyarakat pesisir adalah pembangunan tanggul pemecah ombak di wilayah pesisir Kampung Payung Payung.
Mereka menyatakan secara tegas bahwa isu relokasi tidak pernah diharapkan oleh warga.
Masyarakat menilai pembangunan pemecah ombak merupakan kebutuhan mendesak untuk melindungi permukiman sekaligus aktivitas ekonomi warga dari ancaman abrasi dan gelombang laut.
Infrastruktur tersebut dipandang sebagai solusi yang tepat tanpa harus menghilangkan ruang hidup masyarakat pesisir.
Warga menyampaikan bahwa kawasan tepi pantai selama ini menjadi sandaran utama mata pencaharian masyarakat, termasuk sebagai objek pengembangan usaha mikro kecil dan menengah UMKM. Aktivitas perikanan, pariwisata berbasis masyarakat, hingga usaha kuliner lokal tumbuh dan bergantung langsung pada keberadaan wilayah pesisir.
Kepala Kampung Maratua menegaskan bahwa aspirasi warga sejak awal hanya tertuju pada pembangunan pemecah ombak. Tidak pernah ada permintaan maupun harapan masyarakat untuk direlokasi dari kawasan pesisir yang telah menjadi ruang hidup dan ruang usaha mereka.
Salah satu warga pesisir Maratua dari Suku Bajau turut menyuarakan bahwa tinggal dan berusaha di tepi pantai merupakan bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, pantai bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga fondasi ekonomi keluarga dan kehormatan sosial masyarakat.
“Bagi kami, tepi pantai adalah sandaran hidup dan usaha. Di sanalah UMKM kami tumbuh, dan di situlah anak cucu kami belajar melanjutkan mata pencaharian leluhur,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan pemangku kebijakan dapat fokus memenuhi aspirasi tersebut dengan merealisasikan pembangunan tanggul pemecah ombak, sebagai bentuk perlindungan wilayah pesisir sekaligus dukungan terhadap keberlanjutan ekonomi dan UMKM masyarakat Maratua.***
Sumber : Warga
Editor. : Teguh S.H












