Peringati Hari Kesadaran Ego Sedunia 11 Mei, Tingkatkan Kesadaran Egoisme

Aktivis.co.id- Egois adalah salah satu jenis sikap yang umumnya dianggap kurang baik dan perlu dihindari. Sikap egois merujuk pada kecenderungan individu untuk memprioritaskan kepentingan pribadi sendiri tanpa memperhatikan atau menghiraukan kepentingan dan kebutuhan orang lain.

Sikap egois sering kali mengarah pada perilaku yang tidak adil, merugikan, atau tidak peduli terhadap orang lain. Tak heran, jika orang yang memiliki sifat egosi selalu mengalami kesulitan dalam membina hubungan interpersonal di lingkungannya.

Dengan begitu, penting untuk membantu orang-orang dengan kecenderungan sifat egois untuk lebih memahaminya. Bahkan, terdapat peringatan khusus yaitu Hari Kesadaran Ego Sedunia yang diperingati setiap 11 Mei.

Tepat pada hari ini, menarik untuk dibahas sebenarnya apa yang dimaksud dengan Hari Kesadaran Ego Sedunia. Bagaimana awal mula atau latar belakang dibentuknya Hari Kesadaran Ego, hingga berbagai tujuan dari peringatan ini.

Dengan memahami hal ini, Anda bisa lebih bijak dalam melihat orang-orang di sekitar yang memiliki kecenderungan sifat egois. Anda juga bisa membantu membuat lingkungan dan komunikasi yang lebih sehat untuk mengatasi masalah ini. Dilansir dari laman National Today, berikut kami merangkum sejarah hingga tujuan 11 Mei yang diperingati sebagai Hari Kesadaran Ego Sedunia, bisa disimak.

Sejarah Hari Kesadaran Ego Sedunia

Hari Kesadaran Ego Sedunia pertama kali diperingati tahun 2018 untuk membantu orang-orang yang menderita kasus egoisme tingkat lanjut untuk belajar menghadapi orang-orang di sekitar mereka dengan kerendahan hati yang lebih baik.

Egoisme adalah sikap buruk yang banyak memberikan efek negatif. Bukan hanya bagi diri sendiri, sifat ini dapat memberikan pengaruh yang buruk bagi orang lain. Ini mengarah pada perilaku kasar, interaksi yang kurang baik dan tidak seimbang, serta sifat kurang peka bahkan buta terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di sekitar.

Penting untuk membantu orang-orang di sekitar Anda yang memiliki kecenderungan sifat ini, agar bisa lebih memperhatikan perilaku sosialnya sehari-hari. Karena memberikan banyak kerugian, maka perlu dukungan setiap orang untuk mencegah dampak buruk dari bentuk pelecehan sikap egois.

Peringatan Hari Kesadaran Ego Sedunia setiap 11 Mei ini, berupaya untuk menyoroti masalah seputar egoisme dan mendorong setiap orang untuk berhati-hati, meningkatkan kesadaran orang, dan menentang perilaku yang egois atau narsistik.

Dengan pengetahuan ini, Anda bisa belajar mengamati, menerapkan keseharian cara bijak dalam mencegah sikap egois yang semakin berkembang di kehidupan sosial. Sebab, Banyak orang yang memiliki sifat ini tidak menyadari bahwa mereka menderita kondisi mental. Ketika mereka sadar, mereka mengetahui bahwa mereka adalah pelaku yang membawa banyak dampak negatif di kehidupan.

Tujuan Peringatan Hari Kesadaran Ego Sedunia

Setelah mengetahui sejarah Hari Kesadaran Ego Sedunia yang diperingati pada 11 Mei, berikutnya akan dijelaskan beberapa tujuan dari peringatan ini. Hari Kesadaran Ego Sedunia diperingati dengan tujuan untuk membantu orang dengan kecenderungan sifat ini, untuk lebih memahami bahwa egoisme termasuk sifat yang membawa banyak kerugian bagi kehidupan sosial.

Bukan tanpa alasan, orang yang egois dan narsistik biasanya tidak peka bahwa mereka memiliki kecenderungan sifat tersebut. Dengan peringatan ini, diharapkan orang-orang yang menderita gangguan egoisme dapat menyadari dan mengambil langkah yang baik untuk memperbaiki diri dan hubungan sosialnya.

Kedua, peringatan ini juga bertujuan untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat jika mereka menjadi korban sifat egoisme. Terkadang mungkin Anda kesal dengan sikap teman yang kurang empati dalam melihat situasi. Dengan peringatan ini, memudahkan setiap orang untuk mengidentifikasi jika terdapat beberapa orang di sekitar yang membawa dampak negatif ini.

Terakhir, Hari Kesadaran Ego Sedunia bertujuan untuk menciptakan kehidupan sosial yang lebih baik. Dengan kesadaran yang meningkat, baik orang yang memiliki sifat egoisme maupun korban dapat membangun komunikasi lebih baik demi kesejahteraan mental yang semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *