PEKANBARU, aktivis.co.id – Gerakan Aksi Kemanusiaan yang digagas NAF Konveksi Pekanbaru, Barak Kopi, dan Yayasan Konsolidasi Mahasiswa Pemuda Provinsi Riau (KOMPOR Foundation) berhasil menghimpun donasi senilai Rp30,7 juta untuk membantu korban bencana alam di Pulau Sumatera.
Donasi yang terkumpul tersebut dibelanjakan dalam bentuk sembako dan berbagai kebutuhan logistik, di antaranya 1 ton beras, 2 ton air bersih, 180 paket sembako, roti, makanan siap saji, serta obat-obatan. Selain itu, relawan juga mengumpulkan pakaian layak pakai untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Penggalangan dana dilakukan bersama Barak RKT, NAF Convection, serta berbagai elemen dan organisasi lainnya sejak 3 hingga 11 Desember 2025. Total donasi uang yang terkumpul mencapai Rp30.731.001, yang kemudian diwujudkan menjadi 150 paket sembako, 1 ton beras, 2 ton air mineral serta bantuan pakaian bagi warga terdampak.
Perwakilan relawan KOMPOR Foundation, Ramadhan, menyampaikan bahwa bencana yang terjadi merupakan kondisi yang tidak pernah disangka sebelumnya.
“Ini adalah suatu hal yang tidak kita sangka dan kita duga. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir bandang akibat keserakahan yang tak kunjung henti mengeksploitasi alam.”
Relawan KOMPOR Foundation tidak hanya berhenti pada proses pengumpulan donasi, tetapi juga mengantarkan bantuan secara langsung ke lokasi bencana di Aceh Tamiang. Dalam proses pendistribusian, tim relawan menghadapi berbagai kendala di lapangan.
“Kerusakan kendaraan dan perpindahan donasi dari truk Pekanbaru Medan ke truk Pekanbaru Aceh karena ada trouble. Minggu tiba di perbatasan Aceh Tamiang. Kami melihat dampak besar kepada masyarakat. Rumah tempat berteduh keluarga, kendaraan yang digunakan untuk bekerja dan mengantar anak sekolah, serta sekolah tempat anak-anak belajar, hancur semua.”
Relawan KOMPOR Foundation berangkat menuju Aceh Tamiang pada Jumat, 12 Desember 2025, dan tiba pada Minggu, 14 Desember 2025. Bantuan kemudian disalurkan langsung kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab kemanusiaan.
Ramadhan mengungkapkan, kondisi masyarakat terdampak bencana masih sangat memprihatinkan hingga saat ini.
“Sedikitpun belum ada yang terbenahi. Bahkan listrik yang dinyatakan hidup, nyatanya tidak. Bahkan masyarakat tidur dengan keadaan gelap gulita beralaskan tikar tipis. Banyak balita yang tidak tahu harus di beri minum apa dan orang tua yang kesulitan obat-obatan. Segala pihak dan instansi yang bertanggung jawab harusnya bisa memulihkan keadaan ini, karena Aceh juga bagian dari Indonesia. Kami bisa pastikan mereka belum aman.”
Selain itu, menurut Ramadhan, masih terdapat wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau bantuan.
“Bahkan banyak desa yang terisolir dan ada juga desa-desa yang tidak tahu keberadaannya di mana.”
Aksi kemanusiaan ini turut melibatkan berbagai organisasi dan komunitas, di antaranya Atok Belang Kehutanan Unri, HMPS PIAUD, Chinoss Coffeespace, Ikatan Alumni Kehutanan Unri, Bara Rimba, Forestry Student Club Unri, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri UIN Suska, serta Dema Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska, Hima Pendidikan Geografi UIN Suska, HMJ Agribisnis Unri, GMNI, Komisariat Super Syariah, Ushuluddin, Fapertapet UIN Suska, Komisariat Takesi HMI Cabang Pekanbaru, dan Senada Jaya Group.
Ke depan, KOMPOR Foundation bersama mitra berencana kembali menggelar aksi kemanusiaan serupa untuk disalurkan ke daerah terdampak bencana lainnya, dengan harapan dapat membantu meringankan beban para korban.
Di tengah kehilangan dan kesedihan, KOMPOR Foundation meyakini bahwa gotong royong merupakan kekuatan utama untuk bertahan, serta kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi cahaya bagi mereka yang sedang diuji. KOMPOR Foundation menegaskan akan terus berdiri bersama rakyat, untuk kemanusiaan.






