Salo, (Aktivis.co.id) – Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si memimpin Tim II Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Kampar di Masjid Baitul Makmur, Desa Siabu, Kecamatan Salo, Rabu (10/03). Dalam kegiatan tersebut, Misharti mengajak masyarakat memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan UMKM, kewirausahaan, serta peningkatan produk unggulan desa.
Misharti menyampaikan bahwa program-program Pemkab Kampar saat ini diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperbaiki taraf hidup secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan anggaran pembangunan agar benar-benar terserap hingga ke tingkat desa.
“Seluruh program yang dijalankan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kita berharap seluruh alokasi anggaran dapat dimanfaatkan dan terserap dengan baik hingga ke tingkat desa,” ujar Misharti.
Bantuan Disalurkan: CSR Masjid hingga Santunan Rp42 Juta
Pada momentum Safari Ramadan tersebut, Pemkab Kampar turut menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat. Di antaranya CSR Bank Riau Kepri Syariah sebesar Rp20 juta untuk pembangunan Masjid Baitul Makmur, santunan anak yatim, bantuan sembako bagi warga kurang mampu, serta santunan kematian kepada ahli waris almarhum Syahrial sebesar Rp42 juta.
Pelestarian Budaya dan Kuliner Jadi Potensi Ekonomi
Selain isu ekonomi desa, Misharti menegaskan komitmen Pemkab Kampar dalam melestarikan adat istiadat, budaya, dan kuliner khas daerah sebagai identitas Kampar yang juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Pemkab Kampar terus memperkuat pelestarian adat, budaya, dan kuliner daerah yang sangat kaya dan beragam. Ini merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Target 350 Rumah Layak Huni pada 2026
Terkait program perumahan, Misharti menyampaikan Pemkab Kampar menargetkan pembangunan dan renovasi 350 unit rumah layak huni pada 2026. Program tersebut disebut sejalan dengan Program Strategis Nasional pembangunan 3 juta rumah.
Perbanyak Pelatihan, Dorong Wirausaha Baru
Pemkab Kampar juga terus menggiatkan pelatihan bagi pemuda dan kaum perempuan untuk meningkatkan keterampilan dan mendorong lahirnya wirausahawan baru. Misharti menekankan penguatan UMKM dan program One Village One Product (satu desa satu produk).
“Kita ingin mengurangi angka pengangguran dengan mendorong lahirnya para entrepreneur baru. Selain itu, kita juga mengajak seluruh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar terus tumbuh dan berkembang. Saat ini kita juga tengah menggalakkan program One Village One Product atau satu desa satu produk,” jelas Misharti.
Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah maupun lahan kosong untuk ditanami tanaman produktif sebagai tambahan penguatan ekonomi keluarga.
Aspirasi Warga: Jalan Desa Rusak Akibat Kendaraan Bertonase Tinggi
Sementara itu, Kepala Desa Siabu Tarmo, S.Pd menyampaikan apresiasi atas penunjukan Desa Siabu sebagai lokasi Safari Ramadan. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi kesempatan menyampaikan aspirasi warga, terutama soal infrastruktur.
“Kami sangat bersyukur dan bangga Desa Siabu menjadi lokasi Safari Ramadhan Pemkab Kampar. Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan di desa kami yang saat ini banyak mengalami kerusakan akibat dilalui kendaraan bertonase tinggi,” ungkap Tarmo.
Tausiah: Ramadan Momentum Zakat, Infak, dan Sedekah
Dalam tausiah, Ustazd Basri Rais mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum menggalakkan gerakan zakat, infak, dan sedekah sebagai pintu berbagi sekaligus membantu membangkitkan ekonomi masyarakat yang kesulitan. Ia juga mengingatkan Ramadan sebagai bulan rahmat dan ampunan, serta mengajak jamaah bersungguh-sungguh menjalani ibadah untuk meraih derajat takwa.
Kegiatan Safari Ramadan tersebut turut dihadiri jajaran asisten, kepala OPD, dan kepala bagian yang tergabung dalam Tim II Safari Ramadan 1447 H, Camat Salo Sofiandi, SE., MM, Forkopimcam Salo, para kepala desa se-Kecamatan Salo, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta jamaah Masjid Baitul Makmur.






