SIAK – Bupati Siak, Afni Zulkifli, menyalakan “lampu kuning” bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di hari pertama kerja tahun 2026, Senin (5/1). Dalam arahan yang tegas, Afni mewanti-wanti jajarannya untuk memasang rem pakem terhadap pengeluaran anggaran dan mengubah pola kerja menjadi lebih efisien demi memulihkan kesehatan fiskal daerah.
Bukan tanpa alasan, kebijakan pengetatan ikat pinggang ini diambil karena prioritas utama Pemkab Siak tahun ini adalah penyelesaian beban utang daerah.
“Tahun ini berat secara finansial. Karena itu, awasi tiap sen rupiah yang dibelanjakan. Target utama kita di 2026 adalah mencicil sisa utang,” tegas Afni di hadapan peserta apel di Kantor Bupati.
Larangan Dinas Luar Via WhatsApp
Salah satu sorotan utama Bupati adalah disiplin administrasi perjalanan dinas. Afni menegaskan tidak mau lagi melihat pejabat Eselon II, III, dan IV bepergian ke luar daerah hanya bermodalkan izin lewat pesan singkat (WhatsApp).
Mulai tahun ini, mekanisme perizinan diperketat dengan syarat surat resmi yang menjelaskan urgensi perjalanan. Tidak hanya itu, Afni juga memangkas kebiasaan pejabat membawa rombongan staf yang berlebihan saat dinas ke luar provinsi.
“Dinas luarnya ke mana, keperluannya apa, semua harus jelas izinnya ke saya. Kurangi bawa staf banyak-banyak. Aturannya sedang kita siapkan,” cetusnya.
Proyek E-Catalog Wajib Lapor
Selain perjalanan dinas, pos belanja modal dan barang juga mendapat pengawasan berlapis. Afni menginstruksikan agar setiap rencana lelang proyek melalui sistem e-catalog dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan sebelum dieksekusi.
Langkah ini melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Inspektorat untuk menajamkan sisi teknis administratif, guna mencegah munculnya tagihan atau utang baru yang tidak terbayar akibat kelalaian perencanaan.
“Kita harus hati-hati saat belanja. Kalau lolos (tanpa pengawasan), tanggungan utang kita bisa bertambah lagi,” ingatnya.
Kendati situasi fiskal sedang menantang, Afni tetap optimis. Ia meminta Kepala OPD tidak hanya pasrah pada anggaran yang ada, melainkan aktif berinovasi menciptakan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru.
“Insya Allah dengan kekompakan kita mampu. Ini adalah ujian manajerial untuk tetap melayani rakyat secara maksimal di tengah keterbatasan,” tutup Afni.






