PEKANBARU – Pemandangan tak biasa terlihat pada Minggu (8/2/2026) pagi di sejumlah titik di ibu kota Provinsi Riau. Pucuk pimpinan daerah, yakni Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi, bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar, tak segan turun langsung “nyemplung” ke dalam saluran air (drainase) untuk memungut tumpukan sampah.
Aksi ini merupakan bagian dari kegiatan gotong royong (goro) akbar yang digelar sebagai bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Turut hadir jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari kedua tingkatan pemerintahan.
Titik pembersihan difokuskan di sejumlah area, di antaranya kawasan Sekolah Al Azhar Syifa Budi II, Jalan S. Parman, Jalan M.H. Thamrin, dan Jalan Ronggo Warsito. Bukan tanpa alasan, aksi bersih-bersih ini dihelat demi menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi, menuturkan bahwa sinergi ini adalah tindak lanjut dari arahan Presiden. “Pasca-arahan Presiden, seluruh Forkopimda berkolaborasi. Hari ini kita bersihkan kota bersama demi memajukan Riau. Kita juga ingin menumbuhkan kembali budaya gotong royong dan rasa tanggung jawab warga dalam menjaga kebersihan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, sangat mengapresiasi kekompakan antara pemerintah kota dan provinsi. Ia mengungkapkan bahwa instruksi dari Presiden Prabowo Subianto menjadi suntikan semangat baru, mengingat Pemko Pekanbaru sebenarnya telah rutin menggalakkan aksi serupa sejak tahun 2025 lalu.
Demi meminimalisasi ancaman banjir dan mewujudkan kota yang benar-benar ASRI, Agung mematok target yang terbilang ambisius. “Tahun ini kami menargetkan bisa membersihkan sepanjang 900 kilometer saluran pembuangan air. Ini sudah mencakup drainase, aliran sungai, maupun anak-anak sungai,” tutupnya dengan tegas.






