Minim Jadwal Penerbangan Tiket Pesawat ke Long Ampung Penuh Hingga Sebulan, Masyarakat Kecewa

Minim Jadwal Penerbangan Tiket Pesawat ke Long Ampung Penuh Hingga Sebulan, Masyarakat Kecewa

Nasional90 Dilihat

Malinau, Kalimantan Utara (Aktivis.co.id) — Kondisi transportasi udara menuju Kecamatan Long Ampung, Kabupaten Malinau, kian memprihatinkan dan menuai keluhan luas dari masyarakat.Rabu(7/1/26)

Tiket pesawat untuk rute Malinau ke Long Ampung, Tanjung Selor ke Long Ampung, hingga Tarakan ke Long Ampung dilaporkan telah penuh hingga satu bulan ke depan.

Situasi tersebut membuat banyak warga terpaksa tertahan di luar daerah dan tidak dapat kembali ke kampung halaman.

Ironisnya, kondisi ini turut berdampak pada anak anak sekolah yang ikut terlantar dan tidak bisa pulang, sehingga harus menunggu tanpa kepastian jadwal keberangkatan.

Masyarakat menilai keterbatasan kursi dan minimnya jadwal penerbangan sudah tidak sebanding dengan kebutuhan warga.

Padahal, transportasi udara merupakan satu satunya akses utama menuju Kecamatan Long Ampung, mengingat keterbatasan jalur darat dan sungai yang tidak selalu bisa diandalkan.

“Kalau tiket sudah penuh sampai satu bulan, kami mau pulang bagaimana. Anak anak sekolah juga jadi korban,” keluh salah satu warga yang hingga kini masih tertahan di luar Long Ampung.

Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat terhadap minimnya perhatian terhadap wilayah pedalaman.

Warga berharap maskapai penerbangan, pemerintah daerah, serta instansi terkait segera mengambil langkah konkret, seperti penambahan jadwal penerbangan, penyesuaian kapasitas armada, atau kebijakan khusus bagi warga dan pelajar.

Minim Jadwal Penerbangan Tiket Pesawat ke Long Ampung Penuh Hingga Sebulan, Masyarakat Kecewa

Malinau, Kalimantan Utara (L.A) — Kondisi transportasi udara menuju Kecamatan Long Ampung, Kabupaten Malinau, kian memprihatinkan dan menuai keluhan luas dari masyarakat.Rabu(7/1/26)

Tiket pesawat untuk rute Malinau ke Long , Tanjung Selor ke Long Ampung, hingga Tarakan ke Long Ampung dilaporkan telah penuh hingga satu bulan ke depan.

Situasi tersebut membuat banyak warga terpaksa tertahan di luar daerah dan tidak dapat kembali ke kampung halaman.

Ironisnya, kondisi ini turut berdampak pada anak anak sekolah yang ikut terlantar dan tidak bisa pulang, sehingga harus menunggu tanpa kepastian jadwal keberangkatan.

Masyarakat menilai keterbatasan kursi dan minimnya jadwal penerbangan sudah tidak sebanding dengan kebutuhan warga.

Padahal, transportasi udara merupakan satu satunya akses utama menuju Kecamatan Long Ampung, mengingat keterbatasan jalur darat dan sungai yang tidak selalu bisa diandalkan.

“Kalau tiket sudah penuh sampai satu bulan, kami mau pulang bagaimana. Anak anak sekolah juga jadi korban,” keluh salah satu warga yang hingga kini masih tertahan di luar Long Ampung.

Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat terhadap minimnya perhatian terhadap wilayah pedalaman.

Warga berharap maskapai penerbangan, pemerintah daerah, serta instansi terkait segera mengambil langkah konkret, seperti penambahan jadwal penerbangan, penyesuaian kapasitas armada, atau kebijakan khusus bagi warga dan pelajar.

Masyarakat Long Ampung menegaskan bahwa akses transportasi bukan sekadar kebutuhan, melainkan urat nadi kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Mereka berharap keluhan ini mendapat perhatian serius agar persoalan keterisolasian tidak terus berulang dan hak dasar masyarakat, khususnya anak anak sekolah, dapat terpenuhi dengan layak.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh konfirmasi dari pihak maskapai penerbangan maupun instansi perhubungan terkait.

Sumber: Warga
Editor. : Boni

Penerbit: Teguh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *