Kab.Berau,Kaltim(Aktivis.co.id)- Founder Bersama Untuk Negeri (BUN), Bastian, menyampaikan pandangannya terkait hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Berau bersama sejumlah perusahaan terkait program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).Senin(9/3/26)
Menurut Bastian, secara prinsip pihaknya mengapresiasi langkah DPRD Berau yang telah mengundang sejumlah perusahaan dalam forum RDP tersebut. Ia menilai upaya yang dilakukan DPRD sudah maksimal sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap realisasi program CSR perusahaan di wilayah Berau.
Namun demikian, Bastian menilai hasil RDP tersebut belum sepenuhnya maksimal. Hal ini karena dari total perusahaan yang diundang, hanya empat perusahaan yang hadir dalam forum tersebut.
“Secara prinsip kami dari Bersama Untuk Negeri mengapresiasi DPRD yang telah mengundang perusahaan-perusahaan terkait.
Tapi memang harus diakui bahwa dari sisi hasil masih belum maksimal karena masih ada beberapa perusahaan yang belum hadir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam RDP tersebut terdapat enam poin kesimpulan yang disepakati. Salah satu poin utama adalah rencana pelaksanaan RDP lanjutan setelah Hari Raya Idulfitri, dengan kembali mengundang seluruh perusahaan, baik yang sudah hadir maupun yang belum hadir pada pertemuan sebelumnya.
RDP lanjutan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk mempersiapkan data-data terkait realisasi program PPM atau CSR yang telah mereka jalankan.
“Kesepakatannya nanti akan ada RDP lanjutan setelah lebaran. Semua perusahaan akan kembali diundang, baik yang sudah hadir maupun yang belum hadir.
Ini juga memberi kesempatan bagi perusahaan untuk mempersiapkan data-data terkait realisasi PPM mereka,” jelasnya.
Bastian juga menyoroti bahwa beberapa perusahaan yang hadir dalam RDP sebelumnya belum membawa data yang lengkap. Oleh karena itu, jeda waktu hingga RDP lanjutan dinilai penting agar perusahaan dapat menyiapkan dokumen yang lebih komprehensif.
Menurutnya, data yang akan menjadi fokus evaluasi adalah realisasi program PPM perusahaan pada tahun 2024 dan 2025. Data tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program CSR yang telah dilakukan perusahaan serta menjadi acuan perencanaan ke depan.
“Yang ingin kita kejar sebenarnya adalah data realisasi PPM perusahaan tahun 2024 dan 2025. Dari situ kita bisa melihat sejauh mana pelaksanaannya dan menjadi bahan evaluasi untuk program di tahun berikutnya,” kata Bastian.
Selain itu, Bastian menambahkan bahwa salah satu isu yang turut menjadi perhatian dalam pembahasan RDP adalah terkait penyerapan tenaga kerja lokal oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau.
Menurutnya, hal tersebut juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
BUN, kata dia, berharap pada RDP lanjutan nanti perusahaan dapat menyampaikan data yang lebih terbuka, tidak hanya terkait realisasi program CSR atau PPM, tetapi juga mengenai komitmen dan realisasi penyerapan tenaga kerja lokal.
Ia juga menegaskan bahwa mekanisme notulensi dan tahapan dalam RDP merupakan hal yang bersifat normatif dalam proses kelembagaan DPRD. Meski ada pihak yang menilai output pertemuan tersebut belum maksimal, menurutnya hal tersebut masih merupakan bagian dari proses yang harus dilalui.
Bastian berharap hasil dari RDP lanjutan nantinya benar-benar menghasilkan data yang lengkap dari seluruh perusahaan sehingga dapat menjadi dasar evaluasi yang objektif terhadap pelaksanaan program PPM di Kabupaten Berau, termasuk dalam hal dampaknya terhadap masyarakat lokal.
“Harapan kami, RDP lanjutan nanti benar-benar menjadi acuan untuk mengevaluasi data-data realisasi PPM perusahaan. Jadi output yang ingin dicapai jelas, yakni perusahaan menyerahkan data realisasi program mereka untuk tahun 2024 dan 2025, termasuk perkembangan penyerapan tenaga kerja lokal,” pungkasnya.
BUN menyatakan saat ini masih menunggu progres dari pelaksanaan RDP lanjutan tersebut dan berharap forum berikutnya dapat menghasilkan pembahasan yang lebih substansial serta memberikan kejelasan data dari seluruh perusahaan yang diundang.***






