Sekijang, aktivis.co.id – Insiden kekerasan kembali menimpa tim kerja KSO Agrinas – PT Nusantara Sawit Majuma (PT NSM). Untuk kesekian kalinya, para pekerja di area kerja sama pengelolaan kebun menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) saat menjalankan aktivitas rutin di lokasi lahan KSO.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 7 Februari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, para pekerja tengah melakukan kegiatan harian berupa panen dan patroli keliling guna memastikan kondisi lokasi kerja tetap aman, kondusif, dan terkendali. Patroli tersebut merupakan bagian dari prosedur operasional standar dalam menjaga aset dan kelancaran aktivitas pengelolaan lahan.
Dalam kegiatan patroli tersebut, tim mendapati sejumlah orang mencurigakan yang tidak dikenal berada di dalam kawasan sitaan Agrinas. Sesuai prosedur pengamanan, tim mencoba melakukan pendekatan secara persuasif dengan menanyakan maksud dan tujuan keberadaan mereka di area tersebut.
Namun situasi justru berubah menjadi brutal. Tanpa penjelasan, kelompok tersebut diduga melakukan penyerangan fisik terhadap para pekerja. Beberapa pekerja dilaporkan dilempari batu, sementara satu orang pekerja PT Nusantara Sawit Majuma mengalami luka bacok di bagian kepala, sehingga memicu kepanikan dan kericuhan di lokasi kejadian.
Pihak perusahaan menyebutkan bahwa sebelum insiden penganiayaan terjadi, keberadaan orang-orang tak dikenal di lokasi KSO telah lebih dahulu dikonfirmasi oleh pihak legal dan koordinator lapangan. Fakta tersebut memperkuat dugaan bahwa kejadian ini bukan insiden spontan, melainkan tindakan yang direncanakan dan terorganisir.
Manajemen KSO Agrinas–PT NSM menilai peristiwa ini bukan sekadar gangguan keamanan biasa, tetapi sudah masuk kategori tindak pidana serius yang mengancam keselamatan pekerja serta menghambat pengelolaan aset negara.
Koordinator Lapangan PT Nusantara Sawit Majuma,Harisal Aulia, menegaskan bahwa pihaknya mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan cepat.
“Kami meminta aparat penegak hukum segera menangkap para pelaku, mengusut tuntas aktor intelektual di balik aksi kekerasan ini, serta memberikan perlindungan dan jaminan keamanan bagi seluruh pekerja di lokasi KSO,” tegas Harisal.
Ia menambahkan, negara tidak boleh kalah oleh aksi premanisme dan kekerasan.
“Keselamatan pekerja dan kepastian hukum harus ditegakkan. Negara tidak boleh tunduk pada intimidasi dan kekerasan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. Pihak KSO Agrinas–PT Nusantara Sawit Majuma menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan serta memperkuat sistem pengamanan internal demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.






